Ternyata Pekanbaru Dulu Cuma Pasar Kaget, Gan! Kenalan Yuk Sama "Payung Sekaki"
Halo Agan & Sista warga Riau, khususnya budak-budak Pekanbaru!
Balik lagi sama ane di forum pjbolokal.com. Hari ini ane mau bahas sesuatu yang bikin kita makin cinta sama kota madani ini. Agan tiap hari lewat Jalan Sudirman, macet-macetan di Panam, atau nongkrong di Arifin Ahmad, tapi tau gak sih kalau dulunya kota kita ini cuma sebuah pasar kecil?
Cekidot penjelasannya, Gan!
1. Berawal dari Dusun Senapelan
Dulu banget, sebelum ada mall-mall gede, wilayah kita ini namanya Senapelan. Isinya cuma hutan dan pemukiman kecil di pinggir Sungai Siak. Karena posisinya strategis banget di pinggir sungai, Senapelan jadi tempat singgah para pedagang.
2. Pengaruh Sultan Siak IV
Nah, sejarah mencatat sekitar tahun 1780-an, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak IV) punya ide brilian. Beliau pengen bikin pusat perdagangan baru karena Senapelan udah mulai rame tapi kurang tertata.
3. Dari "Pekan" Menjadi "Pekanbaru"
Awalnya pasar ini dibuka setiap hari Selasa, tapi gagal total, Gan! Sepi peminat. Terus dicoba lagi dibuka hari Minggu, eh malah rame banget. Karena ini adalah pasar yang "Baru" dibuka untuk menggantikan pasar lama, warga lokal nyebutnya "Pekan Baharu". Seiring berjalannya waktu, lidah kita yang suka simpel akhirnya nyebut jadi Pekanbaru.
4. Siapa itu "Payung Sekaki"?
Pasti Agan sering denger nama Kecamatan Payung Sekaki, kan? Nah, konon katanya dulu di daerah Senapelan ada pohon besar yang bentuknya mirip payung dengan satu batang (kaki). Di bawah pohon itulah para pedagang sering berteduh. Makanya daerah itu melegenda sampe sekarang.
5. Peresmian Kota
Secara resmi, nama Pekanbaru ditetapkan pada tanggal 23 Juni 1784. Jadi kalau nanti Juni kita ngerayain ulang tahun kota, Agan udah tau sejarahnya kenapa namanya bukan "Kota Senapelan".
Gimana menurut Agan? Ada yang punya cerita versi sesepuh atau kakek-neneknya di rumah soal awal mula Pekanbaru? Atau ada yang punya foto jadul Pasar Bawah tahun 70-an?
Share di bawah ya, Gan! Jangan lupa share dan koment biar ane makin semangat gali sejarah Riau lainnya!
Ternyata Pekanbaru Dulu Cuma Pasar Kaget, Gan! Kenalan Yuk Sama "Payung Sekaki"
Balik lagi sama ane di forum pjbolokal.com. Hari ini ane mau bahas sesuatu yang bikin kita makin cinta sama kota madani ini. Agan tiap hari lewat Jalan Sudirman, macet-macetan di Panam, atau nongkrong di Arifin Ahmad, tapi tau gak sih kalau dulunya kota kita ini cuma sebuah pasar kecil?
Cekidot penjelasannya, Gan!
1. Berawal dari Dusun Senapelan
Dulu banget, sebelum ada mall-mall gede, wilayah kita ini namanya Senapelan. Isinya cuma hutan dan pemukiman kecil di pinggir Sungai Siak. Karena posisinya strategis banget di pinggir sungai, Senapelan jadi tempat singgah para pedagang.
2. Pengaruh Sultan Siak IV
Nah, sejarah mencatat sekitar tahun 1780-an, Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah (Sultan Siak IV) punya ide brilian. Beliau pengen bikin pusat perdagangan baru karena Senapelan udah mulai rame tapi kurang tertata.
3. Dari "Pekan" Menjadi "Pekanbaru"
Awalnya pasar ini dibuka setiap hari Selasa, tapi gagal total, Gan! Sepi peminat. Terus dicoba lagi dibuka hari Minggu, eh malah rame banget. Karena ini adalah pasar yang "Baru" dibuka untuk menggantikan pasar lama, warga lokal nyebutnya "Pekan Baharu". Seiring berjalannya waktu, lidah kita yang suka simpel akhirnya nyebut jadi Pekanbaru.
4. Siapa itu "Payung Sekaki"?
Pasti Agan sering denger nama Kecamatan Payung Sekaki, kan? Nah, konon katanya dulu di daerah Senapelan ada pohon besar yang bentuknya mirip payung dengan satu batang (kaki). Di bawah pohon itulah para pedagang sering berteduh. Makanya daerah itu melegenda sampe sekarang.
5. Peresmian Kota
Secara resmi, nama Pekanbaru ditetapkan pada tanggal 23 Juni 1784. Jadi kalau nanti Juni kita ngerayain ulang tahun kota, Agan udah tau sejarahnya kenapa namanya bukan "Kota Senapelan".
Gimana menurut Agan? Ada yang punya cerita versi sesepuh atau kakek-neneknya di rumah soal awal mula Pekanbaru? Atau ada yang punya foto jadul Pasar Bawah tahun 70-an?
Share di bawah ya, Gan! Jangan lupa share dan koment biar ane makin semangat gali sejarah Riau lainnya!